Telkomsat Perkuat Pemahaman Sistem Manajemen melalui Pelatihan Awareness IMS ISO Tahun 2026

21 Oktober 2026

Bogor, 15 Oktober 2026 - Dalam rangka memperkuat pemahaman karyawan terhadap penerapan standar sistem manajemen, PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) menyelenggarakan pelatihan Integrated Management System (IMS) Awareness yang berlangsung pada 15–16 Oktober 2026. Pada hari pertama, kegiatan berfokus pada pemahaman lima standar ISO yang menjadi bagian dari IMS Telkomsat, termasuk keterkaitan penerapannya dalam mendukung efektivitas proses kerja dan pengelolaan risiko perusahaan.

Pada pelatihan IMS ISO Awareness, Telkomsat menghadirkan pemateri Tommy Eka Miharja, S.Si., M.Pd., CRA®, CLA, yang memaparkan konsep dasar IMS ISO beserta manfaat integrasi sistem manajemen dalam satu kerangka kerja yang selaras. Integrasi tersebut dilakukan untuk menyelaraskan kebijakan, sasaran, dan proses kerja, sekaligus mengurangi duplikasi dokumen maupun aktivitas. Penerapan IMS ISO juga mendukung koordinasi antarfungsi, memperjelas tanggung jawab, serta mendorong perbaikan berkelanjutan di lingkungan perusahaan.

Dalam pemaparannya, peserta diperkenalkan pada klausul yang diimplementasikan dalam lima standar ISO yang menjadi bagian dari IMS Telkomsat, yaitu ISO 9001:2015 tentang manajemen mutu, ISO 45001:2018 tentang kesehatan dan keselamatan kerja, ISO 27001:2022 tentang keamanan informasi, ISO 20000-1:2018 tentang manajemen layanan teknologi informasi, serta ISO 37001:2025 tentang sistem manajemen anti penyuapan. Kelima standar tersebut memiliki fokus yang berbeda, tetapi saling melengkapi dalam menjaga mutu layanan, keselamatan kerja, keamanan informasi, keandalan layanan teknologi informasi, serta integritas proses bisnis.

Lebih lanjut, materi pelatihan membahas bagaimana berbagai standar tersebut dapat diterapkan secara terpadu dalam aktivitas operasional. Dalam proses pengadaan, misalnya, perusahaan tidak hanya perlu memastikan kesesuaian spesifikasi dan mutu barang atau jasa, tetapi juga memperhatikan perlindungan informasi vendor, kebutuhan layanan teknologi informasi, keselamatan pekerja dan kontraktor, serta potensi penyuapan dan konflik kepentingan. Pendekatan serupa turut diterapkan dalam proses perencanaan pelatihan dengan mempertimbangkan tujuan kegiatan, kerahasiaan data peserta, kebutuhan teknologi informasi, keselamatan lokasi, dan integritas penyedia layanan.

Pada praktik audit, pemateri menjelaskan pemaparan mengenai panduan/pedoman tentang Audit Sistem Manajemen yang tercantum pada ISO 19011:2018 yang mencangkup pengelolaan program audit dan pelaksanaan audit sistem manajemen, serta panduan tentang evaluasi kompetensi individu yang terlibat dalam proses audit.

Penerapan sistem manajemen terpadu juga didukung oleh pengelolaan risiko yang mencakup identifikasi risiko, peluang, dan bahaya, analisis kemungkinan terjadi serta dampaknya, penetapan langkah pengendalian dan penanggung jawab, hingga pemantauan efektivitas pengendalian. Dalam proses tersebut, kebijakan dan sasaran perlu terhubung dengan program kerja serta indikator kinerja agar penerapan sistem manajemen dapat dievaluasi dan ditingkatkan secara berkelanjutan.

Selain memahami persyaratan setiap standar, keterlibatan karyawan menjadi bagian penting dalam penerapan IMS ISO. Hal ini diwujudkan melalui kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur, pemahaman atas risiko dan pengendalian dalam pekerjaan, penggunaan dokumen serta informasi yang sesuai, hingga pelaporan ketidaksesuaian, insiden, dan kondisi tidak aman. Peran tersebut mendukung konsistensi penerapan mutu, keamanan informasi, keselamatan kerja, dan ketentuan anti penyuapan dalam aktivitas sehari-hari.

“Penerapan IMS bukan sekadar upaya memenuhi persyaratan standar ISO, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun budaya kerja yang konsisten, terukur, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan. Melalui pelatihan ini, kami berharap seluruh karyawan semakin memahami perannya dalam menerapkan prinsip-prinsip IMS pada setiap aktivitas kerja, sehingga dapat memperkuat pengendalian risiko, meningkatkan efektivitas proses bisnis, serta mendukung tata kelola perusahaan yang baik,” ujar VP Audit Telkomsat, Jove Meldi Priyatama Sinaga.

Melalui pelatihan IMS ISO Awareness, Telkomsat memperkuat pemahaman karyawan mengenai keterkaitan standar manajemen dengan proses kerja perusahaan. Pemahaman tersebut diharapkan dapat mendukung penerapan sistem manajemen yang terintegrasi, memperkuat pengendalian risiko, serta menjaga kualitas dan keandalan proses operasional secara berkelanjutan.

#DiscoverNewHorizons

Ada Pertanyaan?

Tim ahli kami siap membantu Anda. Mulai percakapan melalui live chat atau isi formulir out our web form.